Selasa, 07 Mei 2024/28 Syawal 1445 H
Setelah melewati liburan panjang selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 H kembali LPM Talk Series melanjutkan kegiatannya yang sudah masuk seri ke-29. Dalam sambutannya Asnan Purba, Lc, M.Pd.I. (Direktur Lembaga Penjaminan Mutu – IAI Tazkia) menyampaikan kurang lebih dua minggu ini masih disibukkan dengan momen kegiatan halal bihalal Tazkia Group pada tanggal 23 April 2024 serta Asesmen Lapangan akreditasi Prodi KPI 30 April 2024, barulah hari ini bisa tayang kembali. Sesi kali ini mengenal lebih dekat Prodi Akuntansi Syariah.
Dalam paparannya Putri Syifa Amalia, M.Sc., CFP (Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah – IAI Tazkia) menyampaikan poin-poin penting sebagai berikut:
- Kenapa Harus Akuntansi Syariah ?
Dari tahun ke tahun, ekonomi syariah semakin berkembang, yang sudah dibuktikan dengan praktek nilai-nilai yang diterapkan masyarakat berdasarkan syariat Islam. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya produk dan jasa keuangan syariah yang ditawarkan oleh bank-bank dan perusahaan-perusahaan, serta semakin banyaknya negara yang menerapkan sistem ekonomi syariah. Sebab itu Akuntansi Syariah hadir dan dapat menyajikan atau mengungkap dampak sosial perusahaan terhadap masyarakat dan sekaligus menyajikan laporan pertanggungjawaban yang bersifat humanis, emansipatoris, transendental dan teologikal. Oleh karena itu, konsep dasar akuntansi syariah adalah bersifat zakat dan amanah oriented. Akuntansi syariah merupakan salah satu upaya mendekontruksi akuntansi modern ke dalam bentuk yang humanis dan sarat nilai. Tujuan akuntansi syariah adalah terciptanya peradaban bisnis dengan wawasan humanis, emansipatoris, transendental, dan teleologikal.
- Akuntansi pertama kali di kenal di Indonesia yaitu sekitar tahun 1960-an itupun masih bersifat konvensional yang merupakan adaptasi dari perkembangan akuntansi dari Negara Italia. Akuntansi syariah mulai berkembang di Indonesia tidak lepas dari munculnya Bank Muamalat Indonesia yang merupakan bank syariah pertama di Indonesia pada tahun 1991 yang secara resmi beroperasi pada tahun 1992. Setelah berdirinya Bank Muamalat pada saat itu beberapa kendala masih dialami salah satunya yaitu keganjalan dalam pembuatan laporan keuangan karena pada saat itu belum adanya aturan mengacu pada standar syariah yang sesuai dengan syariat Islam. Hingga akhirnya pada tahun 2002 barulah muncul sebuah ide dan pemikiran atas keberadaan akuntansi syariah, dan mulai diterapkan setelah adanya standar akuntansi perbankan syariah dan adanya lembaga akuntansi syariah. Seiring dengan bertambahnya bank syariah di Indonesia pada tahun 2008 mulai lah bank konvensional juga membuat bank yang berbasis syariah seperti BNI Syariah, BCA Syariah, BJB Syariah, Bank Victoria Syariah, dan Maybank Syariah dan lain sebagainya. Pada tahun 2008 perbankan syariah sudah memiliki undang-undangnya, yaitu undang-undang No 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah. Hal ini tentu mendorong perkembangan akuntansi syariah di Indonesia dan membuat masyarakat terkhususnya umat Islam beralih menggunakan jasa perbankan syariah. Bukan hanya dalam segi perbankan tetapi juga sudah adanya pengkreditan syariah. Hal ini terus terjadi hingga di era modern sekarang ini, lembaga keuangan syariah dan perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang pesat dalam perjalanan karirnya yang terus mengalami perubahan-perubahan yang cukup signifikan.
- Di Perguruan Tinggi Kampus Insititut Tazkia, Program Studi Akuntansi Syariah merupakan salah satu Prodi Unggulan dengan Peringkat Akreditasi A. Prodi Akuntansi Syariah (AS) terakreditasi A oleh BAN-PT sejak tahun 2013, memiliki tenaga pengajar atau dosen dengan latar belakang profesional serta bersertifikasi (SAS, CFP, CIBA, CMA). Kurikulum Prodi AS terintegrasi antara pengetahuan umum akuntansi dan ilmu syariah yang merupakan competitive advantage di tengah meningkatnya perkembangan industri keuangan syariah baik dalam skala nasional maupun global. Model pembelajaran tidak hanya menekankan pada teori, namun juga praktek yang didukung dengan adanya Laboratorium Akuntansi, Audit, dan Sistem Informasi. Mahasiswa Prodi AS akan dibekali dengan sertifikasi di beberapa bidang strategis, diantaranya Perpajakan (Brevet A & B), Software Akuntansi (Zahir, MYOB), Microsoft Office Specialist (MOS), Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS), Qualified Wealth Planner (QWP) dan Associate Wealth Planner (AWP).
- Prodi Akuntansi syariah juga memiliki dosen dosen yang kompeten dan profesional di bidangnya terdiri dari akademisi dan juga praktisi, alhamdulilah telah memiliki 2 Profesor (Guru Besar) untuk dosen homebase Akuntansi Syariah.
- Adapun Mata Kuliah yang ada di Prodi Akuntansi Syariah diantaranya: Akuntansi Syariah (AS), Akuntansi Keuangan, Audit, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Analisis, Akuntansi Zakat, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Akuntansi Sektor Publik, Perpajakan, Teori Akuntansi Islam, Fikih Muamalah, Usul Fikih, Laboratorium Akuntansi. Disamping itu juga mahasiswa dari prodi akuntansi syariah ini cukup aktif tidak hanya di lingkungan akademik tapi juga di lingkungan masyarakat. Banyak kegiatan yang telah diinisiasi oleh Hamas yaitu Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah Tazkia.
- Prospek Kerja Jurusan Akuntansi Syariah diantaranya: Auditor (Internal & Eksternal), Analis Keuangan, Perencana atau Penasehat Keuangan, Akuntan Manajemen, Konsultan Pajak, Akuntan, Pemerintah, Pengembang Sistem Informasi Akuntansi, Analis Sistem, IT Auditor, Peneliti Muda, Akademisi, Entrepreneur.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Moderator Ahmad Hapid, A.Md. (Operator PDDikti & EMIS – IAI Tazkia) lalu dilanjutkan dengan penutupan dan foto bersama.
Salam LPM TerBaiK (Terdokumentasi, Berkualitas, Kompeten)