
Bogor, 10 Juli 2025/14 Muharram 1447 H Tim Audit Mutu Internal (AMI) Universitas Islam Tazkia bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melaksanakan Sidang Pleno Hasil Audit Internal Tahun Akademik 2024–2025 di ruang rapat kampus Tazkia. Pertemuan ini berlangsung sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang rutin dilaksanakan guna memastikan keberlanjutan peningkatan mutu akademik dan non-akademik di lingkungan kampus. Sebelumnya tim Audit Mutu Internal telah melaksankan audit ke berbagai divisi dan unit yang ada di kampus guna menggali informasi mendalam.
Sidang pleno ini bertujuan untuk memaparkan temuan dan rekomendasi hasil audit mutu yang telah dilaksanakan di berbagai unit kerja dan program studi. Dihadiri oleh Ketua LPM Tazkia bapak Asnan Purba, Lc., M.Pd.I. dan tim Audit yang di pimpin oleh Dr. Ries Wulandari. Dalam forum tersebut, tim auditor menyampaikan evaluasi terhadap kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan standar mutu yang telah ditetapkan, serta memberikan masukan perbaikan berdasarkan data dan temuan di lapangan.
Hasil dari sidang pleno ini akan dirumuskan lebih lanjut dan disusun dalam bentuk laporan yang akan menjadi bahan penting dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang akan dilaksanakan pada hari selasa – kamis, 15-17 Juli 2025 mendatang. RTM merupakan forum strategis bagi pimpinan universitas untuk mengevaluasi kinerja institusi dan mengambil keputusan berbasis data yang akurat dan objektif.
Kepala LPM Universitas Islam Tazkia menyampaikan bahwa pelaksanaan audit ini bukan semata-mata untuk penilaian, melainkan sebagai langkah korektif dan preventif dalam penguatan budaya mutu kampus. “Kami berharap hasil audit ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian visi Universitas Islam Tazkia sebagai kampus unggul dan terpercaya,” ujarnya.
Lebih mendalam lagi disampaikakn oleh ketua tim Audit Ibu Dr. Ries Wulandari bahwa “Pleno ini bagian dari sinkronisasi data temuan antar auditor, karena informasi yang dihasilkan dari masing-masing auditor bisa menjadi temuan baru sebagai bentuk validasi untuk melengkapi informasi yang didapatkan”.
Sebagai kampus yang sedang proses melakukan alih bentuk dari Institut menjadi Universitas, Tazkia harus lebih memperhatikan budaya mutu dan manajemen mutu agar lebih baik lagi, karena menjadi universitas akan menghadapi tantangan lebih besar. Melalui proses audit dan tindak lanjutnya, Universitas Islam Tazkia berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tata kelola institusi, serta kepuasan seluruh pemangku kepentingan.
Demikan pleno ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, dengan harapan memberikan hasil terbaik untuk kampus tazkia yang unggul dan berkemajuan. LPM Terbaik (Terdokumentasi, Berkualitas, Kompeten)
